Hati-hati, Makan Makanan Ringan dalam Kemasan Harus Dibatasi
3. Penyakit kardiovaskular
Makanan dalam kemasan biasanya tinggi garam, gula, dan lemak jenuh. Nah, sementara itu, kelebihan asupan ketiganya bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Kelebihan garam bisa meningkatkan risiko mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi). Kemudian kelebihan gula dan lemak bias meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.
Menurut penelitian dari Inggris, peningkatan 10% konsumsi makanan olahan berkaitan dengan peningkatan risiko sekitar 12% penyakit kardiovaskular. Sebaliknya, konsumsi makanan segar atau olahan minimal berisiko lebih rendah pada kondisi tersebut.
4. Paparan zat kimia dari kemasan
Kemasan makanan ini juga berbahaya bagi kesehatan. Menurut studi, bahan kimia berbahaya pada kemasan bisa larut pada makanan dan masuk ke dalam tubuh. Bahan kimia seperti formaldehida dalam botol plastik bisa menyebabkan kanker, bisphenol A (BPA) yang terkandung dalam kaleng makanan atau minuman, tributyltin, triclosan, dan phthalates.
Kandungan bahan kimia tersebut umumnya berjumlah sangat sedikit dan masih dalam batas aman. Namun, jika makanan kemasan dikonsumsi dalam jangka panjang, maka tak bisa dipungkiri risiko akibat paparan zat kimia ini juga bisa meningkat. Terutama karena bisa mengganggu keseimbangan hormon.
5. Kematian
Selain itu, bahkan mengonsumsi makanan kemasan bisa meningkatkan risiko kematian, lo. Para peneliti menunjukkan bahwa konsumsi makanan olahan yang lebih dari 4 porsi per hari meningkatkan risiko semua masalah kesehatan penyebab kematian. Bahkan, risiko kematian relatif meningkat jika seseorang menambah porsi.
Itulah sejumlah risiko mengonsumsi makanan dalam kemasan. Alih-alih mengonsumsi makanan ringan seperti keripik kentang dan sejenisnya, Kamu sebaiknya memilih makanan yang lebih sehat seperti youghurt, oatmeal, atau buah-buahan. Ini bisa membantumu mendapat asupan gizi seimbang yang menyehatkan bagi tubuh

