Holding BUMN Geothermal, Erick Thohir: Disambut Baik Ibu Menkeu
Adapun, sebelumnya disampaikan bahwa holding geothermal ini akan bernama Indonesia Geothermal Energy.
Dari penggabungan ini diperkirakan pembangkit bakal memiliki total kapasitas hingga 1.022,5 megawatt (MW). Angka tersebut merupakan setengahnya dari total kapasitas pembangkit listrik panas bumi (PLTP) atau geothermal terpasang secara nasional yakni mencapai 2.130,7 MW.
Wakil Menteri BUMN Pahala Nugraha Mansury, pada Mei lalu, mengatakan bahwa proses penggabungan ketiga perusahaan anak BUMN itu masih terus berlanjut. Penggabungan ini diharapkan akan selesai pada kuartal ketiga atau keempat di 2021.
“Kita harap bahwa semuanya kita semuanya dari Kemenkeu [Kementerian Keuangan] sudah komit [commitment] bahwa akan gabungkan ini semua. Kita tunggu aja. Kita harap integrasi yang disampaikan Bu Dirut [Direktur Utama Pertamina] ini bisa cepat, jangan sampai kita integrasinya lama karena beberapa pertimbangan,” kata Pahala.
Dia mengingatkan bahwa rencana penggabungan ketiga perusahaan ini diharapkan tidak molor agar sejalan dengan upaya pemerintah untuk menuju dekarbonisasi.[]

