Ini Dia Kiat Sukses Emil Hussein ‘Naif’ dalam Berkarir, Sekaligus Intip Yuk Rencana Bisnisnya di Tahun 2021!
BUMNINC.COM I Brand fashion lokal dewasa ini, semakin bertumbuh. Animo masyarakat terhadap brand lokal terus meninggi sebagai kecintaan terhadap produk bangsa sendiri. Khusus untuk produk sneakers, di Indonesia akan kedatangan merk baru. Sneakers bermerk Subcon cetusan Emil Hussein, pengusaha sekaligus Bassis Band Naif, sedang direncanakan rilis tahun 2021.
Menurut Emil Hussein, Indonesia bisa saja membuat sneakers kelas dunia. Pengamatanya, sneakers internasional pun, dibuat Indonesia. Kemudian, dari Indoneisa tersebar ke seluruh dunia. Sayangnya, sneeakers internasional itu milik pengusaha luar negeri.
Melihat itu, Emil yakin anak bangsa mampu membuat produk yang bagus kelas dunia. “Karena emang udah bikin produk kelas duni,” ucapnya.
Persoalannya adalah branding. Ketika orang ke toko kenapa satu merk tertentu, terutama milik internasional bisa dipilih, dibanding merek lainnya. Disanalah branding yang berbicara, itu salah satu yang kurang dilakukan di Indonesia.
“Menurutku branding sesuatu yang diomongin sama orang ke orang lain. Kita bukan koar-koar barang kita bagus segala macem. Tapi orang lain yang bilang barang kita bagus ke orang lain. Itu baru namanya berhasil,” terangnya. Menurutnya sudah ada beberapa brand sneakers nasional yang dibanggakan oleh pasar lokal.
Sementara, Emil sendiri masih melakukan persiapan untuk mematangkan senakers produksinya. Kualitas menjadi prioritas yang paling utama. Prosesnya tidak simpel, seandainya hanya ingin membuat produk belaka untuk apa mempersulit diri berlama-lama melakukan persiapan. Itu bisa dilakukan hanya dengan menitipkan konsepnya pada pabrik sepatu.
Namun, iaa tidak mau yang demikian. Membaca pasar, sepatu seperti apa yang akan dipersembahkannya nanti. Berkali-kali sudah dilakukan kontrol ke pabriknya. Disiapkannya secara matang bagaimana tingkat kenyamanannya maupun durabilitinya.
“Jadi kita serius banget soal kontrol kualitasnya. Sebelum sampai ke pasar. Kalau mau gampang saya tinggal ke cina aja, biar bisa lebih murah. Tapi kita berkeras untuk membuat semuanya di dalam negeri,” ucapnya.

