Jokowi Tinjau Pusat Penelitian Minyak Makan Merah, Bisa Cegah Stunting
Lebih lanjut Edwin menjelaskan bahwa produksi minyak makan merah ini dapat dikembangkan oleh koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) karena nilai investasi yang lebih kecil dibandingkan pabrik minyak goreng komersial.
Selain itu, Edwin menyebut biaya logistik dari produksi minyak makan merah ini juga kecil. “Ini diharapkan dibangun di sentra atau di daerah-daerah pedesaan sehingga pasti akan lebih murah karena biaya logistiknya bisa dikatakan tidak ada,” tambahnya.
Nantinya, akan dilakukan edukasi dan sosialisasi tentang manfaat minyak makan merah ke masyarakat, mengingat adanya perbedaan warna dengan minyak goreng pada umumnya.
Edwin juga meminta dukungan semua pihak untuk membantu menyosialisasikan produk inovasi yang dapat menjadi salah satu solusi dalam pemenuhan gizi bagi masyarakat Indonesia.[]

