Karena Pandemi Covid 19, Pencemaran Udara Berkurang
BUMNINC.COM | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terbitkan catatan pencemaran udara selama pandemi Covid-19.
Berdasarkan data tersebut, nampak kualitas udara Indonesia semakin membaik. Di beberapa kota, melalui data Air Quality Monitoring Station (AQMS) untuk Particulate Matter (PM) 2,5 terjadi perbaikan 32 persen sampai 35 persen.
“Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, pada periode yang sama, hampir seluruh kota mengalami perbaikan kualitas udara, kecuali daerah yang dipengaruhi kejadian karhutla,” kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), KLHK, Karliansyah dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/3/2021).
Karliansyah mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan informasi mutu udara yang tepat dan akurat kepada masyarakat dalam upaya pengendalian pencemaran udara.
Masyarakat bisa mengetahui secara mandiri hasil pemantauan kualitas udara real time di Indonesia melalui aplikasi berbasis android dan website kementerian KLHK (http://iku.menlhk.go.id/map/).
“Saat ini alat pemantauan status mutu udara telah terpasang 39 lokasi di kota-kota besar di Indonesia. Tahun 2021, akan dilakukan pembangunan 14 unit Air Quality Monitoring Station (AQMS) tambahan,” ucap dia.
Selain kondisi kualitas udara, data yang ditampilkan yaitu nilai kritis parameter, nilai kelembaban, nilai tekanan udara, suhu, dan grafik parameter.
Parameter yang digunakan dalam perhitungan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) hingga saat ini adalah Partikulat (PM10 dan PM2.5), Karbon Monoksida (CO), Sulfur Dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO2), Ozon (O3), dan Hidrokarbon (HC).

