Kinerja Kuartal III-2021 Positif, Pengamat: Fokus pada BUMN Rugi
BUMNINC.COM I BUMN berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba yang signifikan pada sembilan bulan pertama tahun 2021. Namun, pertumbuhan kinerja ini diharapkan tidak membuat lengah, karena masih ada BUMN yang merugi.
Pengamat BUMN Toto Pranoto berpendapat bahwa faktor pendorong kenaikan laba BUMN ini didorong oleh membaiknya harga komoditas dunia (pertambangan), meningkatnya kinerja sektor energi dan kesehatan.
“Apabila melihat kenaikan laba BUMN sebesar 360% di semester satu 2021 yang mencapai Rp 26,3 triliun memang patut disyukuri. Tapi, jangan lupa penurunan laba BUMN di 2020 juga cukup dalam dibandingkan 2019. Delta penurunan laba di 2020 masih jauh lebih tinggi dibandingkan delta pertumbuhan laba di semester satu 2021. Artinya, perlu langkah lebih keras untuk recovery BUMN menuju situasi pada era sebelum pandemi,” ungkap Dewan Pakar BUMNINC ini dikutip dari Investor Daily, Jumat (7/1).
Untuk itu, Toto menekankan bahwa kinerja BUMN belumlah sepenuhnya pulih. Utamanya, terkait penanganan beberapa BUMN strategis yang terus merugi sampai 2021 kemarin. Prioritas pemerintah perlu diberikan kepada BUMN seperti PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), PT Krakatau Steel Tbk (KRAS), PT Waskita Karya Tbk (WSKT), dan PT Angkasa Pura yang kini sedang berjuang dengan program restrukturisasi keuangan.
