Kinerja Kuartal III-2021 Positif, Pengamat: Fokus pada BUMN Rugi
Selain itu, pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN juga perlu menaruh perhatian lebih kepada BUMN dengan penugasan Public Service Obligation (PSO) besar seperti PT PLN dan PT Pertamina. Apalagi, menyangkut penyelesaian beban subsidi yang harus mereka tanggung.
“Apakah pemerintah masih akan memberikan bantuan PMN atau memberikan kesempatan BUMN tersebut mencari strategic partner adalah opsi yang bisa dipertimbangkan,” cetus Toto.
Lebih jauh, Toto juga menyoroti perihal implementasi kebijakan holding company BUMN. Pasalnya, sepanjang 2021, ada tren yang memperlihatkan pembentukan holding baru terkesan buru-buru. Menurut Toto, pembentukan holding relatif bagus bilamana mampu menciptakan nilai tambah (value creation) dan bukan sebaliknya menciptakan value destroying.
Sayang dalam prakteknya, masih ada holding BUMN yang sudah diimplementasikan hampir tiga tahun, kinerjanya justru buruk. Sehingga menurut Toto, hal tersebut perlu dicermati terutama dari aspek kegagalannya.
“Membuat holding BUMN mungkin tidak terlalu rumit. Tapi mensinergikan kekuatan di antara anggota holding merupakan pekerjaan besar. Makanya di sini, kata kuncinya adalah kesuksesan dalam menjalankan proses Post Merger Integration (PMI),” tutur Toto.
