Maju Kena Mundur Kena Kebijakan Larangan Mudik Lebaran
Tetap Eling dan Waspodo
Tren kasus COVID-19 di Indonesia juga menunjukkan penurunan, tapi kalau kita membiarkan diri terlena bisa jadi kita akan bernasib sama dengan India.
Sudah terlihat gelagatnya kita mulai tak peduli padahal masih pandemi.
Coba perhatikan, kegiatan buka bersama mulai ramai diadakan di banyak restoran, tanpa jaga jarak pula. Pusat-pusat belanja pun mulai disesaki pengunjung. Bahkan di pada Minggu, 2 Mei 2021, pengunjung di pasar tanah abang tembus 100 ribu orang.
Ya memang boleh-boleh saja, tapi tolong diingat, biasanya pasca musim libur hari raya kasus covid melonjak.
Ambil contoh, pasca libur natal dan tahun baru kemarin, Indonesia mencatatkan rekor tertinggi kasus harian COVID-19 sebanyak lebih dari 14 ribu kasus.
Ketika itu saja, suasana sudah cukup mengerikan. Rumah sakit rujukan covid banyak yang hampir penuh, tenaga medis kewalahan, korban jiwa berjatuhan.
Jangan sampai pasca libur lebaran situasi macam itu terulang lagi. Makanya Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin meminta kita waspada supaya jangan sampai bernasib seperti India.
Melalui keterangan pers Menkes dan Kepala BNPB di Kantor Presiden pada 26 April 2021, Menkes menjelaskan, kasus covid di India sempat turun cukup drastis sebanyak 5000 kasus konfirmasi per hari. Namun beberapa waktu belakangan, jumlah kasusnya melonjak menjadi 349 ribu kasus per hari.
Menurutnya, lonjakan kasus yang tinggi ini disebabkan dua hal utama, yakni mutasi virus baru dan tidak adanya konsistensi menjalankan protokol kesehatan.
“Tolong jaga protokol kesehatan, jangan sampai kerja keras yang sudah kita lakukan dan keseimbangan yang sudah kita capai menjadi rusak karena kita terlalu terburu-buru, terlalu grasah grusuh, tidak eling dan waspodo,” imbuh Budi Gunadi.
Selain Menkes, Presiden Joko Widodo pun berkali-kali mengingatkan supaya kita berhati-hati.
Dalam pesan yang ditayangkan lewat Youtube Sekretariat Presiden, Jokowi dengan tergas mengingatkan, “Jangan optimisme berlebihan, jangan merasa situasi sudah terkendali, jangan merasa sudah aman. Belum. Upaya menekan kasus aktif ini harus terus dilakukan.”
