Masa Pandemi Tak Halangi PT Barata Indonesia Bukukan Ekspor Rp133 miliar
BUMNINC.COM, PT Barata Indonesia membukukan ekspor sekitar Rp133 miliar dalam kurun tiga bulan terakhir April-Juni 2020. BUMN yang bergerak dalam bidang Engineering, Procurement & Construction, Manufacturing, dan Foundry ini masih mendapat kepercayaan untuk berpartisipasi dalam proyek pembangkitan di berbagai negara.
Direktur Utama Barata, Fajar Harry Sampurno mengatakan ekspor yang cukup menonjol dalam masa pandemi ini diantaranya ekspor ke Armenia pada April 2020, kemudian ke Bahrain pada Juni 2020, disusul ekspor komponen pembangkit listrik ke Jerman.
“Ekspor ke Jerman dilakukan oleh Divisi Pembangkit Barata lewat Pabrik Komponen Turbin di Cilegon, yakni LP Outer Casing and Condenser untuk Steam Turbine pada Herne 6 (1 x 600) MW Combined-Cycle Power Plant (CCPP) di Jerman,” jelasnya.
Sementara itu, dua set komponen pembangkit listrik tersebut yang dikirim ke Jerman digunakan pada proyek Herne 6 (1 x 600) MW Combined-Cycle Power Plant. Pembangkit Listrik tersebut memiliki kapasitas dari 600 MW dengan output uap 400 MW, dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk wilayah Rhine-Ruhr, Jerman.
“Jerman menambah daftar negara ekspansi pasar global bagi Barata Indonesia. Sepanjang tahun 2020, Barata Indonesia telah melakukan ekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Pakistan, Armenia, dan Bahrain,” katanya.
Barata sebelumnya juga telah melakukan ekspor condenser dan LP outer casing ke berbagai negara seperti Brazil, Argentina dan Pakistan. Sementara dalam beberapa bulan ke depan, pabrik komponen turbin Divisi Pembangkit PT Barata Indonesia berencana kembali melakukan ekspor komponen turbin ke Australia, Korea Selatan, Brazil , Irak dan Jepang.
