Strategi Percepatan Restrukturisasi BUMN
BUMNINC.COM I Sinergi dan value creation BUMN, menjadi tagline pemerintah dalam rangka peningkatan daya saing Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ide dasarnya adalah perampingan jumlah BUMN (target menjadi 85 BUMN), pembentukan beberapa holding company, dan munculnya imperium BUMN yang masuk dalam Fortune 500 atau Forbes 2000.
Sebagai informasi, Forbes 2000 minggu lalu meluncurkan daftar BUMN dalam daftarnya, dan sayangnya hanya sedikit BUMN yang masuk. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI berada dalam posisi puncak daftar tersebut, diikuti Bank Mandiri kemudian PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk atau Telkom.
Ide transformasi BUMN ini sebenarnya sudah hampir dua dekade mengemuka. Hanya saja, perkembangannya belum nampak signifikan. Baru pada pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jilid kedua, upaya percepatan action plan transformasi BUMN ini relatif lebih cepat.
Upaya ini nampak melalui pembentukan beberapa holding baru BUMN, konsep transformasi fungsi keuangan dan sumber daya manusia (SDM), serta upaya BUMN menuju kancah global.
Sayangnya, pandemi COVID-19 cukup menghalangi sejumlah upaya tersebut, mengingat pandemi ikut menghantam kinerja sejumlah BUMN sejak 2019 sampai 2021. Angka profit konsolidasi BUMN merosot tajam dan jumlah BUMN merugi semakin banyak.
Bahkan beberapa BUMN kategori blue chip seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI , PT Angkasa Pura 1 (Persero) serta PT Angkasa Pura 2 (Persero), kinerjanya merah sepanjang 2020 sampai 2021.

