Menparekraf Senang BUMN Kerja dari Bali dan Ajukan Tambahan Anggaran Pemulihan Pariwisata sampai Rp500 miliar
Penambahan pagu indikatif ini nantinya akan dialokasikan untuk memperkuat program-program pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki oleh empat kedeputian di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf.
Keempatnya adalah Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan dengan tambahan pagu indikatif sebesar Rp60 miliar, lalu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur mendapat tambahan anggaran Rp240 miliar. Kemudian Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) memperoleh tambahan anggaran sebesar Rp80 miliar, dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif sebesar Rp120 miliar.
Selain itu, Menparekraf Sandiaga juga menyampaikan usulan tentang dana pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan treatment) dari APBN yang belum terserap maksimal, untuk dapat dialihkan ke pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota juga pengelola destinasi dalam peningkatan pengendalian COVID-19.
Menparekraf menyebut dana APBN sebesar Rp6 triliun untuk pelaksanaan 3T baru terserap di bawah 5 persen.
“Jadi kita punya kesempatan untuk memperluas dana tersebut untuk digunakan di destinasi wisata dan sentra ekonomi kreatif untuk peningkatan dari pemulihan ekonomi. Dan harapannya juga dengan peningkatan testing ini kita bisa lebih menekan COVID-19,” ujar Sandiaga. []
