Mesti Kenal dengan Kakek Zakaria, Si Pesilat Tertua
BUMNINC.COM | Berkenalan dengan Zakaria, pesilat tertua di Nusantara dan telah mendapatkan penghargaan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Agustus lalu.
“Mereka menanyakan hal-hal tertentu kepada saya dan menginginkan bukti agar saya dapat diumumkan sebagai pesilat tertua,” katanya saat menjelaskan saat-saat dirinya akan dinobatkan dalam rekor MURI, dikutip dari CNA, Sabtu (27/3/2021).
Pencak silat adalah seni bela diri tradisional yang terdapat di berbagai daerah dengan aneka ragam aliran.
Olahraga ini dikenal menggunakan seluruh bagian tubuh untuk melakukan gerakan-gerakan menyerang. Beberapa jenis pencak silat juga menggunakan senjata.
Sebelum kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, pencak silat digunakan di Jakarta oleh para jagoan Betawi untuk membela rakyat jelata dari preman atau tentara penjajah.
Namun, bagi Zakaria, pencak silat lebih dari sekedar mekanisme pertahanan.
“Ini adalah olahraga, jadi baik untuk kesehatanmu. Waktu saya berada di Malaysia, orang-orang terpesona ketika mereka melihat apa yang bisa saya lakukan di usia saya,” ungkpnya.
Lahir di Jakarta pada bulan Juni 1930, Zakaria mulai belajar seni bela diri pada usia 15 tahun dari kakeknya Muhammad Djaelani, yang mendirikan perguruan pencak silat Mustika Kwitang pada tahun 1945.
Mustika Kwitang adalah aliran silat Betawi yang dikembangkan di kelurahan Kwitang, Jakarta, di mana Zakaria tinggal.
Aliran ini bisa dibedakan dengan silat Betawi lainnya karena merupakan akulturasi pencak silat lokal yang dipengaruhi oleh seni bela diri Tionghoa.

