Miliki Nilai Historis, Alasan Surabaya Jadi Tempat Launching Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih
Kini, rakyat Indonesia tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengibarkan bendera Merah Putih. Tugas rakyat saat ini adalah mempertahankan persatuan dan kesatuan bangsa.
“Nah kita saat ini menaikan bendera tanpa perlawanan. Kalau ada yang nembak ada Densus ada TNI polri, engga perlu takut. Pelajaran kedua yang penting, tanpa membesarkan dan menafikan peran daerah lain. Tanpa ada Peristiwa 10 November yang menggetarkan Sekutu dan Belanda, sehingga sekutu menarik diri. Mungkin kemerdekaan Indonesia tidak bisa kira pertahankan. Jadi Indonesia bisa bertahan salah satunya adanya nilai kepahlawanan dan militansi arek-arek surabaya,” ujar eks Kapolri ini.
Selain nilai historis, pemilihan Surabaya sebagai tempat launching karena antusias yang besar dari Gubernur Khofifah. Sebetulnya, Mendagri hanya ingin melaunching di dua tempat saja yaitu Merauke dan Banda Aceh. Tapi, Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Politik dan PUM) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bachtiar, melaporkan bahwa Gubernur Khofifah sangat antusias menyukseskan acara ini. Bahkan, Khofifah mengaku siap membagikan 20 juta bendera Merah Putih.
“Saya punya grup gubernur, grup kepala daerah. Respons yang paling intens adalah Ibu Khofifah. Sebetulnya, saya hari ini ada acara bersama beberapa rekan menteri di kabinet yang sudah dijanjikan 2 minggu lalu. Tapi kata Pak Bachtiar, Bu Khofifah antusias sekali. Dia bahkan mau bagikan 20 Juta bendera,” kata Mendagri.
Mendagri pun berharap pembagian bendera ini bisa meningkatkan rasa nasionalisme. Menurut Mendagri, bendera Merah Putih hanya simbol, simbol tentang rasa kesatuan dan persatuan bangsa. Oleh karena itu, rakyat harus tetap merawat nasionalisme itu.
