Minuman Ini Berisiko Kalau Salah Olah
3. Minuman elektrolit
Kandungan pada minuman elektrolit atau sport drink memang bermanfaat bagi tubuh. Apalagi setelah berolahraga yang menguras keringat. Perlu dicatat, minuman ini hanya untuk olahraga. Jika Kamu meminumnya di lain waktu—misalnya saat sedang santai, tentu Kamu tak perlu minuman ini. Kalau tetap meminumnya padahal Kamu minim aktivitas fisik, justru akan menambah asupan kalori.
4. Yoghurt
Yogurt terbukti menyehatkan bagi pencernaan. Namun, mengingat masih banyak orang yang tak menikmatinya, sejumlah produsen sengaja menambahkan gula dan memberinya perisa untuk menetralkan asamnya. Tentu saja, ini juga akan meningkan asupan kalori. Sebagai gantinya, jika Kamu sedang diet, pilihlah yogurt rendah lemak dan plain. Kamu juga bisa memastikan kandungan gulanya di komposisi kemasan.
5. Smoothies
Smoothies memang kaya akan nutrisi, seperti kalsium, vitamin, mineral hingga antioksidan. Nutrisi ini berasal dari susu atau yogurt dan buah-buahan. Kadang kala, smoothies juga diberi tambahan bahan. Bisa dibilang, smoothies mengandung nutrisi makanan lengkap.
Namun, mengingat smoothies tak dikunyah dan tak banyak serat, minuman ini tak membuatmu kenyang dalam waktu lama. Padahal kalori yang masuk ke tubuh, bisa jadi sudah banyak. Nah, hal inilah yang memungkinkan asupan kalori jadi lebih banyak—padahal mungkin saja, smoothies jadi pilihan bagi Kamu yang ingin menurunkan berat badan. Nah, untuk mengantisipasi masalah ini, pilihlah smoothies dengan kadar gula paling sedikit, misalnya yang mengandung susu segar, plain yogurt, atau buah segar
