MPR: Perubahan Status Pandemi Jadi Stimulan Bangkitkan Ekonomi
Dia menjelaskan, data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif disebutkan bahwa devisa yang dihasilkan dari sektor pariwisata tahun 2021 hanya mencapai 0,36 miliar dolar AS.
Capaian itu menurut dia jauh lebih rendah dari tahun 2019 yang mencapai 3,3 miliar dolar AS dan di tingkat global, UNWTO mencatat bahwa kontribusi sektor pariwisata pada perekonomian dunia pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 1,9 triliun dolar AS.
“Jauh lebih rendah dibandingkan pada masa sebelum pandemi, yang mencapai 3,5 triliun dolar AS,” katanya.
Dia berharap kehadiran Indonesia Tourism Watch (ITW) harus dapat menjadi bagian dari solusi membangkitkan kembali pariwisata Indonesia.
Karena itu menurut dia perlu menjadi kesadaran kolektif dari segenap pemangku kepentingan bahwa faktor kesehatan masyarakat adalah kunci penting, sebagai daya dorong pemulihan bagi sektor-sektor lainnya, termasuk sektor perekonomian.
“Potensi dan kontribusi wisatawan domestik juga harus dioptimalkan. Disadari atau tidak, selama ini potensi wisatawan domestik masih terkesan dipandang sebelah mata, dan belum digarap dengan serius dan maksimal,” ujarnya.
Padahal menurut dia, dengan jumlah penduduk sebanyak 273 juta jiwa, wisatawan domestik adalah potensi pasar yang sangat besar terutama dalam kondisi saat ini, ketika kedatangan wisatawan mancanegara belum sepenuhnya pulih, seperti sebelum masa pandemi.
Hadir dalam diskusi tersebut antara lain, Ketua Umum Dewan Eksekutif Nasional Indonesia Tourism Watch (DEN ITW) Ichwan Abdillah, Sekjen DEN ITW Adyta Raja Sibarani, Sekjen Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran, dan Fungsionaris KADIN Indonesia Bidang Tenaga Kerja Nofel Saleh Hilabi.

