Pandemi Memperkuat Narasi Kebersamaan Generasi Muda
Faisal juga menyinggung soal sejarah dinamika pemuda di Indonesia sebelum kemerdekaan. Pada saat itu, jelasnya, para pemuda bersatu dengan membentuk komunitas untuk melawan para penjajah, seperti Belanda dan Jepang.
Hasrat untuk bersatu itu, lanjut dia, akan tetap ada hingga kini. Terlebih di masa krisis, seperti penjajahan atau, saat ini, pandemi Covid-19.
Berangkat dari hal itu, kepada pemuda Faisal mengatakan, menggaungkan narasi kebersamaan adalah hal yang bisa dipegang bebetapa tahun ke depan.
“Dalam kondisi pandemi Covid-19, saya rasa yang lebih penting bagi anak muda adalah narasi kebersamaan. Itu yang paling relevan, karena itu yang mereka butuhkan secara individual dan kolektif. Jadi, ini hal yang sama persis dialami generasi di masa revolusi Indonesia. Kenapa itu ada sumpah pemuda? Salah satunya karena mereka butuh banget sense of togetherness itu. Narasi yang beriringan dengan itu akan relevan, terlepas dari konstelasinya seperti apa,” papar Faisal.
Sebagai informasi, Muhammad Faisal juga membeberkan hal tersebut secara komprehensif di dalam kedua bukunya yakni Generasi Phi dan Generasi Kembali Akar. Kedua buku ini menjelaskan tentang generasi dan rumusan teori generasi yang cock untuk konteks Indonesia.[]

