Para Peneliti Ini Akan Berperan Dorong Kualitas Masker Nasional Berstandar Internasional
BUMNINC.COM | Laboratorium Kualitas Udara Institut Teknologi Bandung (ITB), masih melakukan pengujian untuk beberapa masker produksi anak negeri yang akan siap dipasarkan ke mancanegara.
Peneliti lintas disiplin ilmu itu menjalin kolaborasi dan memperluas kemampuan Laboratorium Kualitas Udara ITB. Laboratorium ini menjadi satu-satunya lab pengujian masker medis yang sudah terakreditasi di Indonesia.
Para peneliti dan ilmuwan di sana aktif menguji beberapa masker di Laboratorium Mikrobiologi dan Teknologi Bioproses, Program Studi Teknik Kimia ITB, tampak sibuk oleh pengujian masker dengan kotak Biological Safety Cabinet (BSC) yang sudah dilengkapi HEPA filter sebagai salah satu alatnya.
“Beberapa alat (pengujian masker) kami rancang dan rakit sendiri,” kata Haryo Satrio Tomo, salah satu Peneliti Penggagas uji masker dikutip dari Harian Kompas, Minggu (4/4/2021).
Menurut Haryo, Indonesia sudah memproduksi beberapa jenis masker, namun sering ditolak di pasar luar negeri salah satunya Eropa. Sehingga, inisiasi uji masker medis yang dilakukan pada Maret akhir 2020, dipicu oleh beberapa produk masker Indonesia yang ditolak Eropa.
Penolakan masker produksi Indonesia Ini lantaran Indonesia belum memiliki labratorium pengujian masker yang terakreditasi. Sementara, pada Maret 2021 Lab Kualitas Udara ITB ini telah memperoleh akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN).

