Pelindo Fasilitasi Pelatihan Kewirausahaan Bagi Penyandang Disabilitas
Mereka mendapatkan pembekalan materi soft skill berupa mindset untuk motivasi usaha, integrity, leadership, keterampilan berkomunikasi, dan storytelling. Sedangkan dari sisi hard skill, para peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan berupa literasi keuangan, pemasaran digital, keberlanjutan bisnis, dan usaha kuliner.
Program itu juga sejalan dengan program TJSL Kementerian BUMN terkait dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Program itu menyasar poin 10 SDGs, yakni untuk mengurangi ketimpangan dalam menciptakan inklusi bagi penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pemberian bantuan alat bantu kepada penyandang disabilitas.
“Selama pelatihan, seluruh peserta berkesempatan untuk berdiskusi dengan para fasilitator. Bahkan, para fasilitator menyatakan kesediaannya memberikan bimbingan dan mentoring, di luar kegiatan pelatihan,” kata Dimas.
Saat ini, kata dia, program TJSL Pelindo mengacu pada tiga prioritas, yaitu pemberdayaan ekonomi UMKM, pendidikan, dan program keberlanjutan lingkungan.
“Pelatihan difablepreneurship ini memenuhi dua dari tiga prioritas program TJSL Pelindo, yakni pemberdayaan ekonomi UMKM dan pendidikan,” ucap Dimas.
Sementara itu, Ignatius, salah satu peserta penyandang tuna netra mengakui program tersebut dapat memperkuat promosi usahanya melalui media sosial dan marketplace.
Ignatius yang memiliki usaha produksi sabun ramah lingkungan tersebut siap memperluas pasar dengan dengan materi digital marketing dan literasi keuangan.
“Saya sangat tertarik difablepreuneurship ini sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya. Materi-materi tersebut bisa langsung saya terapkan untuk usaha saya,” tuturnya.
