Pemerintah Bangun Kolaborasi Lintas Sektor untuk Eliminasi TBC
BUMNINC.COM I Pemerintah membangun kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target eliminasi penyakit tuberkulosis atau TBC pada 2030, yakni menurunkan insiden TBC menjadi 65 per 100 ribu penduduk.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu di Jakarta, Selasa, menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya penanggulangan TBC.
Kolaborasi lintas sektor dan lintas program yang melibatkan organisasi profesi, lembaga swadaya masyarakat, hingga masyarakat umum di tingkat keluarga, individu, dan populasi khusus dibutuhkan untuk meningkatkan penemuan dan penanganan kasus TBC.
Keterlibatan organisasi masyarakat, organisasi profesi, hingga lembaga pelayanan kesehatan juga diperlukan dalam upaya promotif dan preventif untuk menanggulangi penularan tuberkulosis.
Dalam upaya mencapai target eliminasi TBC, pemerintah menjalankan program-program untuk meningkatkan penemuan kasus tuberkulosis (Temukan TBC Obati Sampai Sembuh atau TOSS TBC), mewujudkan keluarga sehat dengan terapi pencegahan TBC, mewujudkan tenaga kesehatan berkualitas untuk Indonesia bebas TBC, mewujudkan pekerja bebas TBC untuk Indonesia produktif, serta menghilangkan stigma dan mendukung pasien TBC dengan sepenuh hati.
“Saya mengimbau dinas kesehatan memobilisasi sumber daya sesuai aturan yang berlaku, mendukung kegiatan penemuan kasus TBC secara aktif, serta melakukan edukasi pencegahan penularan TBC di tingkat keluarga dan masyarakat melalui pendekatan investigasi kontak dan di tempat khusus dengan kegiatan skrining,” kata Maxi.
“Perbanyak media komunikasi, informasi, dan edukasi tentang penanggulangan TBC,” katanya.

