Pemerintah Beri Bio Farma Rp 2 Triliun untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas
“Penambahan penyertaan modal negara sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bersumber dari APBN 2020 sebagaimana ditetapkan kembali dalam perubahan Postur dan Rincian Anggaran 2O2O,” tulis aturan tersebut.
Bio Farma adalah induk dari tiga emiten farmasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PT Kimia Farma Tbk (KAEF), PT Indofarma Tbk (INAF), dan PT Phapros Tbk (PEHA).
Tahun depan, perseroan mempersiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp 2 triliun-Rp 2,5 triliun.
Dana ini sebagian besar akan dipakai untuk pengembangan kapasitas perusahaan untuk bisa menjadi regional hub (pusat) vaksin di Asia Tenggara.
Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan dana capex ini salah satunya bersumber dari penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah untuk sektor kesehatan sebesar Rp 2 triliun, dengan bagian untuk Bio Farma senilai Rp 1 triliun.
“Kita lagi menyusun rencana anggaran 2021 memang ada kisaran capex yang diusulkan, besaran capex-nya Rp 2 triliun-Rp 2,5 triliun. Ada pendanaan perbankan dan modal sendiri dan ada penambahan modal dari pemerintah di sektor healthcare, terutama Bio Farma dan anak usaha,” kata dia, Rabu (30/12/2020).
