Pemerintah Beri Bio Farma Rp 2 Triliun untuk Tingkatkan Kapasitas dan Kapabilitas
Dia memaparkan, tahun depan kebutuhan perusahaan senilai Rp 500 miliar untuk peningkatan kapasitas produksi dan penguasaan teknologi vaksin.
Saat ini kapasitas produksi perusahaan telah lebih dari 3 miliar dosis per tahun dan akan ditingkatkan yang menjadikan perusahaan sebagai produsen terbesar di kawasan.
“Ini yang menjadi target kita improvement ke depan itu untuk menambah kapasitas dan untuk penguasaan teknologi,” imbuhnya.
Selain itu, ada juga kebutuhan Rp 500 miliar untuk mendukung implementasi program untuk menjadi regional hub.
Lalu ada investasi sistem digital yang tengah dilakukan perusahaan. Dengan teknologi ini, diharapkan proses yang ada di perusahaan secara end-to-end dari mulai produksi hingga vaksinasi di Bio Farma akan terdigitalisasi untuk bisa menjadi.
“Jadi menurut saya tahun depan merupakan tahun yang sangat menantang bagi kita, disamping harus membantu pemerintah mengatasi pandemi tapi kita juga harus berbenah untuk meningkatkan kompetensi dan meningkatkan kemampuan kita untuk bisa memenuhi harapan pemerintah untuk bisa menjadi regional hub vaksin di Asean,” tandasnya.[]
