Pemerintah Cadangkan Pembiayaan Investasi Rp176,2 Triliun Pada 2024
“Ini juga merupakan salah satu komitmen bagi kita untuk tetap memperbaiki berbagai institusi penting, termasuk dalam hal ini Indonesia Eximbank yang memiliki peran untuk mendorong ekspor di Indonesia,” ujarnya.
Adapun secara akumulatif, Menkeu menjelaskan bahwa proyeksi defisit RAPBN 2024 diperoleh dari pendapatan negara sebesar Rp2.781,3 triliun dan belanja negara Rp3.304,1 triliun, sehingga defisit RAPBN 2024 sebesar Rp522,8 triliun.
Pendapatan negara terdiri atas penerimaan perpajakan yang direncanakan sebesar Rp2.307,9 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) senilai Rp473,0 triliun.
Sementara, belanja negara Rp3.304,1 triliun terdiri atas belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp2.446,5 triliun dan transfer ke daerah (TKD) Rp857,6 triliun.
Menkeu membandingkan RAPBN 2024 dengan catatan APBN 2020 yang menghadapi tantangan dari pandemi COVID-19. Terdapat kenaikan signifikan pada pendapatan negara, yakni sebesar Rp1.133,5 triliun dari Rp1.647,8 triliun pada APBN 2020.
Sementara, belanja negara naik Rp708,7 triliun dari Rp2.595,5 triliun pada 2020.
