Pemerintah Jokowi Pulangkan Ratusan Artefak dari Belanda
Adli mengingatkan di era Jokowi berusaha mengembalikan barang-barang bersejarah milik anak negeri agar generasi muda Indonesia bisa mengetahui sejarah.
Ia mengatakan ada tiga cara menghancurkan suatu bangsa, yakni kaburkan sejarah, hancurkan bukti bukti sejarah bangsa itu sehingga tidak bisa diteliti dan dibuktikan kebenarannya dan putuskan hubungan mereka dengan leluhurnya dengan mengatakan bahwa leluhur itu bodoh dan primitif.
Menurut dia dengan kembalinya ratusan artefak dari nusantara tersebut menjadi pelajaran untuk masa kini dan masa depan.
“Secara bertahap, barang-barang bersejarah yang diambil Belanda itu harus dikembalikan ke Indonesia sebagai tanda pengingat bagi generasi milenial, generasi Z dan sebagainya. Dari Aceh, Belanda membawa pulang Pintu Rumah Awe Geutah,” katanya.
Demikian juga benda bersejarah dari seluruh pelosok Ibu Pertiwi bisa dapat dikembalikan pada tahapan selanjutnya, kata Adli yang juga dosen di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh.

