Pemerintah Perkirakan Inflasi Akhir Tahun 5,34-5,5 Persen
Airlangga memaparkan peluang ekonomi Indonesia tetap bertumbuh pada 2023 dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 yang tertangani dengan baik, APBN berfungsi optimal sebagai peredam guncangan (shock absorber), dan harga komoditas yang relatif masih tinggi.
“(Selain itu) Presidensi G20 Indonesia membuat kredibilitas kita di pasar internasional baik,” kata dia.
Presiden Joko Widodo dalam pengantar sidang kabinet paripurna memerintahkan jajarannya pemerintah pusat dan daerah untuk mengendalikan inflasi dengan berbagai upaya, termasuk dengan mengeluarkan stimulus fiskal.
“Ini sudah dilakukan tapi ada beberapa daerah yang belum memberikan peringatan dan ini kelihatan sekali inflasi dari 3 bulan yang lalu 5,9 (persen). Kemarin turun ke 5,7 persen (Oktober), kemarin turun ke 5,4 persen (November). Ini artinya daerah sudah melakukan, tetapi bisa masih diberikan peringatan lagi agar semua melakukan, dan saya lihat nanti akan turun dan turun lagi.” kata Presiden

