Pengamat Duga Korupsi Sewa Pesawat ATR Garuda Libatkan Banyak Pihak
Di samping itu, Toto mempertanyakan mekanisme pengawasan laporan keuangan yang ada di Garuda. Secara sistem, mekanisme pengawasan keuangan Garuda untuk mencegah praktik penyimpangan seharusnya berjalan dengan baik. Alasannya, laporan keuangan Garuda sebagai perusahaan Tbk bukan hanya diaudit oleh BPK, tapi juga oleh pihak audit eksternal.
“Jadi eksternal auditor sebetulnya juga bisa menemukan apakah terjadi hal-hal yang curang. Belum lagi itu, satuan internal perusahan itu juga kan ada. Jadi saya kira dengan berbagai lapis pengawasan yang sudah ada kalau masih ada kebocoran-kebocoran juga ada something wrong dengan mekanisme pengawasan yang terjadi. Saya kira ini melibatkan banyak pihak,” kata Toto.
Apalagi, secara reguler perusahan-perusahaan BUMN sebenarnya melakukan pelaporan rutin seperti melaporkan laporan bulanan, triwulan, semester, dan tahunan. Dengan mekanisme ini, seharusnya problem di perusahaan bisa langsung terdeteksi.
“Dan karena ini adalah perusahaan publik, tentu komponen yang penting dilaporkan sebagai kewajiban perusahaan kepada publik sehingga semuanya akan bisa melihat,” ucapnya.
Oleh karena itu, Toto menilai, langkah kementerian BUMN mengandeng kejagung sangat untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai masalah ini.
“Kalau dianggap sewa pesawat ATR yang sedang diributkan kemahalan kan bisa dicek benchmark banyak. Apakah kemudian ke pabrikannya, berapa harganya. Di indonesia juga maskapai penerbangan lain yang pakai pesawat ATR juga ada seperti Lion Air. Nah kan bisa dibandingkan dan dicek. Tapi tentu, diceknya harus pakai informasi lengkap, pesawatnya jenisnya apakah sama, pesawat lama atau baru, tentu harganya beda-beda,” pungkasnya.
