PERAMPINGAN BUMN MENUJU PENINGKATAN DAYA SAING
Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto menilai rencana Erick merampingkan jumlah BUMN sebagai langkah tepat. Toto mengatakan perampingan jumlah BUMN menjadi hal yang penting mengingat dengan jumlah BUMN yang banyak namun kondisinya pareto.
“Makanya kita hanya punya jumlah kelompok kecil BUMN saja yang betul-betul produktif dan berdaya saing. Sementara sisanya memiliki kinerja yang relatif tidak bagus,” ujar Toto seperti dikutip dari Republika .
Dengan perampingan jumlah BUMN hingga tersisa 40 BUMN, kata Toto, pengawasan Kementerian BUMN terhadap kinerja BUMN menjadi lebih efektif dan maksimal lantaran rentang kendali yang lebih pendek.
“Di masa depan mungkin kita akan punya lebih sedikit BUMN, tapi mereka lebih sehat dan berdaya saing. Diharapkan kemudian mereka bisa berkompetisi di level regional, bahkan global,” ungkap Toto.
Toto menyebut skema perampingan bisa dilakukan dengan opsi peningkatan realisasi jumlah holding atau subholding. Kementerian BUMN dapat memetakan BUMN berdasarkan kondisi perusahaan maupun permintaan pasar. Menurut Toto, BUMN dengan kondisi internal yang tidak sehat dan permintaan publik sudah rendah sebaiknya dilikuidasi atau dipindahkan pengelolaannya ke PPA sebagai alternatif.
“Kalau misal restrukturisasi berhasil dilakukan selama di PPA , maka nilai BUMN tersebut bisa meningkat sebelum kemudian dibuatkan opsi divestasi atau dipertahankan,” ucap Toto.
Toto mengatakan tindakan restrukturisasi BUMN, terlebih pada masa pandemi covid saat ini sangat urgent dilaksanakan. Toto menyampaikan BUMN tak bisa lagi mengandalkan suntikan penyertaan modal negara (PMM) untuk tetap bertahan. Pasalnya, kondisi keuangan negara pun semakin terbatas lantaran adanya pandemi. Oleh karena itu, kata Toto, BUMN harus melakukan restrukturisasi lebih cepat, termasuk merampingan struktur organisasi agar tetap mampu bertahan dalam kondisi saat ini.
“Dengan jumlah BUMN yang lebih ramping diharapkan kemampuan daya saing, agility, serta kinerja BUMN bisa semakin baik,” kata Toto.
sumber foto : kementerian BUMN
