Prospek dan Tantangan Indonesia Battery Corporation
Ambisi pembangunan pabrik baterai listrik ini tentu bukan perkara mudah. Selain ketergantungan pada FDI yang tinggi, Indonesia juga masih tertinggal dalam teknologi untuk memproses bahan tambang menjadi baterai secara efisien. Karenanya dibutuhkan juga proses alih transfer teknologi dari mitra asing ini sehingga Indonesia bisa lebih mandiri di masa depan.
Mungkin bagus juga kalau Indonesia bisa meniru strategi China dalam proses alih teknologi ini. Seperti diketahui bahwa Tesla telah membuka fasilitas pabrik EV di Shanghai sejak akhir 2019. Tesla memutuskan mendirikan pabrik di China karena adanya regulasi di China yang memungkinkan investor masuk untuk membangun seutuhnya EV tanpa perlu adanya ketentuan buat alih teknologi dan lain-lain. China membuat regulasi tersebut dalam rangka meningkatkan daya saing industri lokal EV karena mereka yakin Tesla akan melakukan subcontracting atas berbagai kebutuhan supply chain industrinya.
Diharapkan hal ini akan meningkatkan competencies industri lokal dan saatnya nanti akan meningkatkan daya saing EV China. Jadi dalam jangka pendek mungkin pemain lokal seperti Nio, WM Motor, Li Auto, Xpeng Motors, BYD akan mengalami fase suffering, namun dalam jangka panjang mereka akan menikmati keunggulan kompetitif. Strategi ini sudah berhasil saat China mengembangkan industri smartphone, dimana keberhasilan raksasa seperti Xiaomi, Huawei mengejar Apple dengan menerapkan strategi seperti itu.
Apabila pembangunan industri ini berjalan lancar maka diharapkan pada tahun 2030 industri baterai nasional sudah bisa menghasilkan economic value sebesar $ 26 miliar bagi Indonesia. Sementara tenaga kerja yang diserap bisa mencapai 23.500 orang. Aktivitas di industri ini juga diperkirakan akan meningkatkan ekspor barang jadi dan menurunkan impor intermediate products.
Langkah selanjutnya setelah proses penguasaan baterai listrik bisa diselesaikan tentu kita juga berharap bahwa pembagunan industri mobil listrik bisa direlokasi ke Indonesia. Tentu kita optimis karena pasar mobil Indonesia dengan penjualan lebih dari satu juta unit di 2019 adalah pasar nomor dua di ASEAN setelah Thailand. Dengan cadangan nikel terbesar di dunia dan pembangunan pabrik baterai listrik li-ion maka Indonesia punya potensi sebagai production hub untuk mobil listrik.


