PROSPEK MERGER BANK SYARIAH BUMN
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyampaikan tiga bank umum syariah anak usaha BUMN seperti PT Bank BNI Syariah, PT Bank Rakyat Indonesia Syariah (BRIS) , dan PT Bank Syariah Mandiri, telah resmi menjalani proses merger. Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan proses merger ini telah dilakukan dengan adanya penandatanganan nota kesepahaman atau MoU ( Conditional Merger Agreement) dari masing-masing direksi di Jakarta pada Senin (12/10/20).
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat industri keuangan syariah masih cukup terkendali. Aset keuangan syariah tumbuh mencapai Rp1.639 triliun sepanjang Juli 2020. Adapun dengan aset keuangan ini menunjukkan industri keuangan memiliki daya tahan yang cukup kuat . Aset keuangan syariah itu naik 20,61% (year on year/ yoy) dengan market share 9,68%.
Hasil penggabungan bank ini tentunya juga akan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global berdasarkan kapitalisasi pasar dan apabila rencana merger bank ini selesai di kuartal pertama 2021, akan memiliki total aset Rp220 triliun sampai Rp250 triliun serta akan menempati posisi nomor tujuh atau delapan top 10 perbankan di Indonesia.Bank hasil merger tersebut pun akan miliki produk yang beragam mulai dari wholesale, konsumer, ritel, hingga UMKM serta didukung oleh kemampuan teknologi yang baik dan handal. Bank tersebut juga nantinya memiliki jaringan yang luas, yaitu sekitar 1.200 cabang yang tersebar di seluruh Indonesia.

