PT Jamkrindo Serahkan Alat Pengolahan Kopi dan Pendampingan Barista di SLB A Garut
Dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Sima Mulyadi menyarankan, pelatihan barista ini dibuat kurikulum khusus. Pelatih harus mampu melihat keunggulan dan kelemahan masing-masing anak kemudian merumuskan metode pembelajaran yang tepat untuk mereka.
“Misalnya anak Tuna Netra, kelebihan mereka merasa, meraba, dan mendengar. Nah ini yang perlu dioptimalkan,” katanya.
Di luar itu, Sima berharap anak-anak juga diajarkan hal-hal lain seperti pengembangan manajemen administrasi market yang sederhana.
“Jadi dari Jamkrindo upayanya bukan hanya pemberian alat saja, jejaring market dan manajemen administrasi jejaring market dan manajemen administrasi sederhana sehingga bagaimana anak-anak bisa mencari profit,” saran Sima.

Salah satu murid SLB A bernama Aris sedang meracik kopi. Foto: BUMNINC.
Di penghujung acara, siswa-siswi SLB A melakukan demo meracik dan melakukan roasting kopi. Hasil racikan kopi itu lantas dibagikan kepada para hadirin.
Salah satu murid SLB A bernama Aris mengaku senang dengan adanya pelatihan ini. Dia mengaku ingin menjadi barista dan membuka kedai kopi sendiri.
“Mau buka kedai kopi sendiri,” harap Aris.
