Pupuk Kaltim Usung Inovasi “Smart Production” di Hannover Messe 2023
BUMNINC.COM I PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), sebagai anak perusahaan BUMN Pupuk Indonesia, mengusung inovasi Smart Production dalam ajang Hannover Messe 2023 di Jerman sebagai wujud dukungan transformasi industri 4.0
“Smart Production merupakan digital platform yang mengintegrasikan berbagai data dan informasi, untuk meningkatkan performa operasi pabrik melalui beberapa aplikasi yang dibangun secara in-house,” ujar Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Hanggara menambahkan hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam transformasi industri 4.0 di Pupuk Kaltim, dimana Smart Production merupakan salah satu aspek utama dalam mendorong kinerja optimal, mulai dari meningkatkan keandalan pabrik, produktivitas hingga efisiensi konsumsi energi dan bahan baku.
“Smart Production di Pupuk Kaltim telah dibangun melalui berbagai aplikasi pendukung, hingga pengembangan yang dirancang saling terintegrasi satu sama lain untuk meningkatkan manfaat sekaligus efisiensi guna menghindari redundansi data,” katanya.
Menurut Hanggara, gagasan Smart Production sekaligus wujud dukungan Pupuk Kaltim selaku National Lighthouse 4.0 di industri petrokimia, terhadap peta jalan Making Indonesia 4.0 yang telah ditetapkan Pemerintah. Di mana Pupuk Kaltim memberikan perhatian penuh terhadap implementasi industri 4.0 di lingkungan perusahaan, melalui Roadmap IT Master Plan yang dirancang agar tetap sesuai jalur. Didukung evaluasi berkala untuk disesuaikan dengan kemajuan teknologi dan kebutuhan perusahaan.
Diantaranya peningkatan infrastruktur teknologi informasi, guna menjaga realibility aplikasi seperti Data Center (DC) dan Disaster Recovery Center (DRC), serta meningkatkan keamanan untuk menjaga berbagai data rahasia perusahaan. Selain itu continuous improvement juga terus dilakukan, dengan beragam aplikasi yang saling terintegrasi.
“Salah satunya pengembangan aplikasi rantai pasok NPK, guna menjaga ketersediaan bahan baku dan perencanaan produksi untuk meningkatkan efisiensi serta profitabilitas,” kata Hanggara.
