Quo Vadis Garuda Indonesia
Apalagi di Q3 tahun ini sudah keliatan perbaikan load factor pesawat sejalan dengan mulai dilonggarkannya mobilisasi manusia dan barang. Namun apabila kreditur mendengarkan terlalu banyak berita negatif tentang prospek GIAA ke depan maka diperkirakan proses renegosiasi bisa berjalan lebih sulit atau bahkan menemui jalan buntu.
Skenario berikutnya terkait pengelolaan maskapai nasional yang akan melibatkan Pelita Air Service (PAS) sebagai ‘pengganti’ GIAA sebaiknya dilaksanakan setelah upaya penyelamatan GIAA mencapai titik akhir.
Tentu perlu banyak penyesuaian harus dilakukan PAS untuk merubah model bisnis dari charter airlines menjadi regular airlines dengan layanan full service. Apalagi bisa segera mencatatkan diri sebagai bagian dari maskapai ‘bintang lima’ seperti yang dicapai GIAA dengan keanggotaan di SkyTeam sejak 2014.
Publik berharap penyelesaian Garuda Indonesia bisa mencapai titik terang. Perusahaan negara yang sudah eksis sejak awal kemerdekaan ini punya sejarah yang heroik. Apalagi status-nya sebagai BUMN Tbk . Semoga dukungan pemerintah dan publik serta ‘keajaiban’ masih berpihak pada Garuda Indonesia .
Toto Pranoto
Dewan Pakar BUMNINC
