Refleksi dan Harapan Kinerja BUMN 2022
Perlu diteliti pada aspek mana kegagalan ini terjadi. Membuat kelembagaan holding BUMN mungkin tidak terlalu rumit, namun menyinergikan kekuatan di antara anggota holding adalah pekerjaan besar. Kata kuncinya adalah kesuksesan dalam menjalankan proses Post Merger Integration (PMI). Apabila PMI bisa dijalankan dengan baik maka diproyeksikan proses value creation holding juga akan berjalan relatif mulus.
Apabila kejadian sebaliknya maka kemungkinan besar value holding tersebut sukar meningkat. PMI tentu terkait penanganan aspek pembentukan new culture, standarisasi proses bisnis, serta kebutuhan munculnya strong figure yang bisa memimpin transformasi dalam holding tersebut.
Hal ketiga yang patut dicermati adalah pentingnya agilitas dan jiwa entrepreneurship dalam pengelolaan BUMN yang terlihat agak lamban sepanjang era pandemi hampir dua tahun ini. Tentu tatanan bisnis berubah tajam sejak pandemi berlangsung, memerlukan beberapa model bisnis baru yang menekankan pentingnya pendekatan digital, customer journey, serta analisis big data dan Iots. Perlu kreativitas, inovasi dan penyesuaian cara bekerja.
Tentu semua Langkah ini memiliki risiko kegagalan saat diimplementasikan. Pertanyaannya apabila direksi melaksanakan corporate action dan kemudian merugi, apakah bisa dikategorikan merugikan keuangan negara? Ini persoalan Business Judgement Rule (BJR).
