Satelit Baru Berteknologi HTS Milik Telkomsel, Kejar Target Sebelum Desember 2024
Kemudian, Kemenkominfo bergegas mengajukan permohonan perpanjangan masa laku filing satelit Indonesia di slot orbit 113 BT. Radio Regulations Board ITU menerima permohonan Indonesia tersebut dan Indonesia diberikan waktu hingga 31 Desember 2024 untuk menempatkan satelit di slot orbit 113 BT.
Ketua Umum Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) Hendra Gunawan mengatakan hadirnya satelit HTS baru dari Telkomsat adalah langkah yang tepat dan perlu.
Merujuk pada data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), yang disampaikan Hendra, sampai dengan 2030 kebutuhan kapasitas satelit Indonesia diproyeksikan mencapai 900 Gbps atau 0,9 Tbps.
“Dampaknya juga dapat mengurangi ketergantungan kepada satelit asing. Sebagai negara kepulauan satelit berperan penting untuk pemerataan ICT di Indonesia,” kata Hendra dilansir dari Bisnis,com, Rabu (6/1/2021).
Saat ini satelit nasional hanya mampu menyuplai kapasitas data sekitar 20 Gbps. Sudah direncanakan sebelumnya, baru akan ada tambahan kapasitas pada 2023 sebesar 150 Gbps dari Satelit Multifungsi Satria.
PT Telkom Satelit Indonesia yang merupakan salah satu anggota Assi ini, bersama dengan pemerintah akan melakukan pemantauan dan pengawalan terhadap proses yang akan dilakukan oleh Telkomsat.
Tujuan dari pemantauan tersebut adalah untuk memastikan satelit dapat ditempatkan di slot orbit 113 BT sebelum 31 Desember 2024 sesuai dengan batas waktu yang ditetapkan oleh ITU.
