Sehat Dulu, Baru Melebur: Ujian Restrukturisasi BUMN Karya
Penundaan merger BUMN Karya ke akhir 2026 adalah keputusan yang, meski mengecewakan bagi mereka yang menantikan hasil instan, mencerminkan kehati-hatian dalam eksekusi strategi. Diakui bahwa jalan pintas dalam restrukturisasi korporasi hampir selalu berujung pada persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
Urutannya jelas dan tak bisa ditawar: bersihkan neraca lewat restrukturisasi utang yang win-win, percepat asset recycling untuk menekan beban pokok, dan tegakkan disiplin penugasan agar penyakit lama tidak berulang. Baru setelah fondasi itu kokoh, konsolidasi menjadi tiga entitas bisa dijalankan sebagai bab penutup yang memahkotai penyehatan.
Sehat dulu, baru melebur. Prinsip sederhana ini adalah pembeda antara transformasi yang menciptakan nilai dan aksi korporasi yang sekadar mempercantik tampilan. Bagi BUMN Karya dan bagi kredibilitas transformasi BUMN secara keseluruhan, tidak ada jalan lain yang lebih bijak.
Toto Pranoto—Dewan Pakar BUMNINC
