Setahun Danantara: Antara Konsolidasi Aset, Disiplin Kinerja, dan Ujian Restrukturisasi
BUMNINC.COM I Setahun sejak diluncurkan, Danantara memasuki fase krusial: dari fase desain kelembagaan menuju pembuktian kinerja. Sebagai super holding pengelola aset BUMN, ekspektasi terhadap Danantara tidak hanya sebatas konsolidasi, tetapi juga peningkatan produktivitas aset negara dan percepatan industrialisasi.
Evaluasi satu tahun pertama dapat dilihat dari beberapa aspek, misalnya: pencapaian kinerja, aktualisasi rencana dan proyek, prioritas di bidang data dan manajemen aset, hambatan restrukturisasi BUMN, serta perbandingan dengan peer internasional seperti Temasek dan Khazanah Nasional.
Dari sisi kas dan kontribusi dividen, sinyal awal relatif positif. Konsolidasi dividen BUMN menunjukkan daya dukung fiskal tetap kuat, bahkan muncul optimisme bahwa kontribusi dapat melampaui target awal. Ini mengindikasikan bahwa, dari sisi cash generation, portofolio BUMN tetap resilien.
Namun, tantangan utama tetap pada produktivitas aset. Struktur BUMN Indonesia yang asset heavy—energi, infrastruktur, transportasi, dan tambang—membuat return on assets relatif tipis. Danantara belum sepenuhnya menunjukkan lompatan signifikan dalam perbaikan ROA/ROE agregat, karena restrukturisasi struktural memang membutuhkan waktu lebih panjang dari sekadar satu tahun.
