Terkait 5G, Operator Selular Siap Asal Pemerintah Bersedia
BUMNINC.COM | Meski beberapa perusahaan operator selalar pesimis dapat Indonesia bisa menghadirkan jaringan 5G tahun ini, tapi perusahaan-perusahaan tersebut sudah menyiapkan teknologi yang mendukung 5G.
Namun, hal itu dikembalikan lagi kepada pemerintah yang punya wewenang apakah bersedia atau tidak.
Karena seperti diketahui sebelumnya, pemerintah sempat menyampaikan showcase 5G akan dilakukan pada tahun ini seiring dengan digelarnya lelang frekuensi 2,3 GHz. Namun, lelang dihentikan karena faktor administrasi.
Anggota Komisi I DPR RI Muhammad Farhan membeberkan berdasarkan informasi yang diterima, lelang tersebut dihentikan.
Pasalnya, nilai lelang yang ditawarkan oleh para peserta terlalu rendah, yang menyebabkan nilai penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang diperoleh negara dari lelang tersebut kurang optimal.
Para peserta lelang diketahui menawar sekitar Rp144,8 miliar untuk tiap blok yang ditawarkan dalam lelang.
“Mekanismenya tidak mengatur seberapa besar angka minimum. Ini makanya tidak memenuhi syarat administrasif, sehingga para psesrta lelang harus menyampaikan kembali angka yang masuk akal,” kata Farhan dikutip Bisnis, Jumat (19/2/2021)
Padahal, secara teknologi, operator mengaku telah siap untuk mengimplementasikan terknologi yang bisa mendukung implementasi 5G tersebut.
President Director PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) Merza Fachys mengatakan perseroan masih menunggu keputusan pemerintah terkait dengan implementasi 5G.
Terdapat sejumlah hal yang perlu disiapkan pemerintah mulai dari frekuensi hingga regulasi pendukung.

