Terregra Asia Energy Gandeng Waskita Karya Bangun Pembangkit Listrik EBT
Lima pembangkit listrik yang berlokasi di Sumatera Utara ini memiliki power purchase agreement (PPA) dengan PLN dengan kapasitas masing-masing 2×3.5 MW (2 proyek), 2×4.9 MW (1 proyek) dan 2x5MW (2 proyek) atau total kapasitas PLTMH adalah 42.98 MW. Sedangkan dua PLTA masing-masing berkapasitas 2×166 MW dan 3x45MW dengan total mencapai 467 MW.
Kedua pembangkit tersebut telah selesai studi kelayakan dan perizinan lokasi. Adapun total kapasitas dari tujuh hydro power plant tersebut yakni sebesar 509.98 MW.
“Commercial on date (COD) ditargetkan untuk PLTMH 24 bulan dari saat pembangunan, sedangkan untuk PLTA 36 bulan,” kata Djani lewat keterangan tertulis, Selasa (5/1).
Khususnya sebagai kontraktor EPC baik dari perencanaan maupun pelaksanaan dalam pembangunan tujuh proyek ini.
Adapun Direktur Keuangan Terregra Asia, Daniel Tagu Dedo, menjelaskan sumber pembiayaan proyek dengan nilai Rp 12,5 triliun ini akan dipenuhi melalui skema debt financing dan equity financing yang melibatkan lembaga pembiayaan dalam negeri.
“Aksi korporasi yang sedang disiapkan oleh Terregra Asia Energy adalah rights issue dan penerbitan green bond dalam rangka mendukung pembangunan power plant renewable energy yang baru saja ditandatangani,” ujarnya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat hingga Oktober 2020, realisasi investasi di sektor energi baru mencapai US$ 17,7 miliar atau sekitar Rp 251 triliun. Rinciannya, energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE) sebesar US$ 900 juta, mineral dan batu bara (minerba) US$ 2,8 miliar, kelistrikan US$ 5,8 miliar, serta minyak dan gas bumi (migas) US$ 8,1 miliar.
Pemerintah memperkirakan tahun 2021 akan ada perbaikan roda perekonomian dan iklim investasi seiring vaksinasi corona.

