Toto Pranoto: Pembubaran BUMN Sakit Sebuah Keniscayaan
BUMNINC.COM I Associate Director BUMN Research Group LM FEB Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai, langkah kementerian BUMN melakukan pembubaran atau likuidasi tujuh BUMN sakit merupakan sebuah keniscayaan.
Adapun 7 BUMN yang akan dilikuidasi pemerintah yaitu PT Merpati Nusantara Airlines, PT Iglas, PT Kertas Kraft Aceh, PT Kertas Leces, PT PANN, PT Istaka Karya, dan PT Industri Sandang.
Menurut Toto, tujuh BUMN itu sudah semestinya dibubarkan mengingat produk dan jasanya sudah kehilangan fungsi strategis atau sudah tergantikan oleh pelaku usaha lain, ditambah kondisi keuangan yang buruk.
“Pemerintah melakukan likuidasi BUMN yang tidak sehat itu sebuah keniscayaan, sebab sudah tidak memiliki fungsi strategis bagi publik. Apalagi yang sudah mau ditutup sudah tidak beroperasi sejak lama secara administratif. Kalau pinjam kata-kata Pak Dahlan Iskan ‘tinggal nunggu waktu dikubur kapan’,” ujar Toto dalam FGD with Editors yang diselenggarakan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero), Rabu 17 November 2021.
Dewan Pakar BUMNINC.COM ini menjelaskan, saat ini ada lebih dari 100 BUMN yang ada di Indonesia. Namun, hanya 20 persen BUMN terbesar yang mengendalikan sekitar 80 persen pendapatan dan total aset lebih dari 100 BUMN secara keseleruhan.
“Performa BUMN di Indonesia saat ini menunjukkan suatu kondisi pareto di mana sekitar 80 persen pendapatan BUMN, hanya disumbang oleh sekitar 20 persen dari totala perusahaan saja. Ini artinya banyak BUMN yang belum beroperasi secara optimal,” ujar Toto.
