WHO Tunjuk Indonesia Sebagai Pusat Produksi Vaksin Berbasis mRNA, Bio Farma Terima Alih Teknologi
“Tentu kami menyambut baik, ditunjukanya Bio Farma sebagai satu-satunya perusahaan vaksin di Indonesia yang akan menerima transfer teknologi mRNA. Insya Allah kepercayaan ini, akan kami manfaatkan untuk mendukung kemandirian bangsa dalam membuat vaksin dengan teknologi terbaru secara mandiri” ungkap Honesti.
Sebelumnya, Bio Farma sendiri sudah mencari partner untuk pengembambangan melalui penjajakan kerjasama dengan University of Manchester untuk penguasaan seed mRNA sehingga sudah Bio Farma sudah memiliki dasar teknologi mRNA ini.
Sebagai langkah awal, sesuai dengan program Transfer of Technology, Bio Farma akan belajar mengenai pembuatan vaksin COVID-19 dengan teknologi mRNA.
“Namun intinya adalah kami akan belajar menguasai platform teknologi mRNA ini, untuk jenis vaksin selain Covid-19 (beyond Covid-19), dan untuk persiapan manakala terjadi pandemi, karena mRNA merupakan teknologi rapid response yakni teknologi cepat dalam pengembangan dan produksi vaksin (plug and play), selain untuk pembuatan vaksin, teknologi mRNA ini, bisa juga digunakan untuk pembuatan produk terapeutik, seperti obat kanker dan lain-lain,” tutup Honesti. []
