WSBP Dukung IKN Lewat Peran One Stop Solution Construction Provider
WSBP juga tengah memulai ekspansi ke bidang bisnis sewa alat. Hal ini didasarkan pada kebutuhan pasar yang signifikan dan kapasitas peralatan konstruksi WSBP yang cukup besar. Lalu, memperluas pasar eksternal dan melakukan ekspansi pasar internasional.
“Dengan keunggulan sebagai one stop solution construction tersebut, WSBP telah bermitra baik dengan banyak vendor dari berbagai jenis bidang, seperti penyedia material, pekerja konstruksi, jasa pengiriman, sewa alat, dan lain sebagainya,” kata Bambang.
Hubungan kemitraan ini sudah berjalan lama dan berkelanjutan. Tercatat, saat ini terdapat 429 vendor yang bekerja sama dengan WSBP. Tentunya, dalam proses kerja sama yang sedang berjalan ini, WSBP memenuhi komitmen pembayaran sesuai ketentuan yang disepakati.
Tidak hanya itu, WSBP juga berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban terhadap seluruh kreditur, yang mana pembayaran utang tahap I juga telah terlaksana ke seluruh vendor, sehingga seluruh vendor yang terdaftar telah berhasil dibayarkan secara bertahap sesuai ketentuan (CFADS).
Pembayaran akan terus dilakukan sesuai ketentuan CFADS di tanggal 25 setiap bulan ke-6 pascaputusan pada 2023.
Pengimplementasian komitmen pembayaran tersebut didukung dengan catatan perolehan NKB (nilai kontrak baru) WSBP pada triwulan I sebesar Rp420 miliar atau naik sebesar 41 persen apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.
Perolehan NKB ini mayoritas diperoleh dari pasar eksternal sebesar 75 persen dan internal 25 persen.
Manajemen pun optimis pada 2023 kinerja perusahaan akan tumbuh dari beberapa lini bisnis precast, readymix ataupun jasa konstruksi. WSBP menargetkan pertumbuhan kontrak baru sekitar 100-150 persen pada 2023.
Adapun kontrak-kontrak yang diincar oleh WSBP pada tahun ini, antara lain pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan seperti proyek jalan akses tambang, proyek jalan akses IKN, proyek jalan preservasi, serta pembangunan gedung baik gedung pendidikan serta hunian.
