Muffest + 2022, Jumlah Pengunjung Capai 29.200 Orang
BUMNINC.COM I Muslim Fashion Festival atau Muffest + 2022 resmi ditutup pada Sabtu 23 April 2022 usai digelar sejak Kamis 21 April 2022.
Muffest + 2022 ditutup oleh Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Grand Ballroom Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, sekitar pukul 19.40 WIB.
Muffest merupakan acara tahunan IFC yang digelar sejak 2015. Di tahun ketujuh ini, Muffest+ didukung oleh Kinarya sebagai Event Organizer.
Direktur Kinarya Windu Wijaya menyampaikan, berdasarkan data sementara total jumlah pengunjung mencapai 29.200 orang. Angka itu diprediksi masih terus bertambah.
“Alhamdulilah, di suasana menuju endemi Covid-19 ini, mudah-mudahan ini berlangsung positif sehingga pemulihan ekonomi nasional yang diharapkan segera dicapai. Dan semakin banyak orang akan percaya diri mengunjungi sebuah pameran,” kata Windu.
Terkait nilai transaksi, Windu menyampaikan, sampai saat ini masih berjalan.
Namun, Windu menyampaikan, ada yang menarik pada perhelatan kali ini. Ada satu booth yang meraih omset hingga Rp1 Miliar dalam sehari.
“Ada yang menarik pada perhelatan kali ini, ada 1 booth, begitu pintu jam 10 dibuka, sudah ngantri penuh pagi sampai sore. Omsetnya dalam sehari hampir Rp1 Miliar,” ujar Windu.
Menurut Windu, Muffest kali ini sukses. Kesuksesan itu tidak bisa dilepaskan dari sinergi dan kolaborasi smua pihak.
“Kesuksesan Muffest ini karena sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari kementrian, pelaku usaha, para kreatif fashion desainer, kemudian IFC yang menaungi anggotanya, seluruh stakeholder terkait yang ingin Indonesia menjadi kiblat muslim fashion dunia,” pungkasnya.
Senada, Ketua Nasional Indonesian Fashion Chamber (IFC) Ali Charisma menilai, perhelatan ini bisa sukses karena didukung oleh berbagai pihak.
Dia pun berharap, perhelatan ini bisa memberi inspirasi dan manfaat bagi perkembangan fashion di Indonesia.
“Semoga memberi inspirasi dan manfaat bagi fashion Indonesia khususnya mode muslim Indonesia sehingga event lain di dalam negeri semakin banyak karena memang jumlah penduduk Indonesia produk fashionnya semakin besar,” kata Ali.
“Dan dengan tagline Indonesia ingin menjadi pusat mode fashion muslim dunia, mari kita bersama bergandengan tangan. Mari para stakeholder, pemangku kebijakan, mari kita barsama memajukan fashion di Indonesia,” pungkasnya.

