IFG: Industri Asuransi Dalam Negeri Menjanjikan Dan Terus Bertumbuh
BUMNINC.COM I Industri asuransi dalam negeri diproyeksikan memiliki prospek yang menjanjikan dan tetap bertumbuh tahun ini, menyusul sejumlah peluang yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Kendati demikian, penetrasi sektor asuransi dinilai masih relatif kecil di Indonesia, dengan tingkat yang hanya 3,13 persen pada akhir 2021.
“Bayang-bayang resesi ekonomi pun tetap akan menjadi tantangan karena industri asuransi memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi global dan nasional,” kata Senior Research Associate IFG Progress Ibrahim Kholilul Rohman dalam diskusi bertajuk “Outlook Industri Asuransi 2023” bersama sejumlah media di Kantor Pusat IFG, Gedung Graha Niaga, Jakarta, Selasa.
Ibrahim menjelaskan salah satu pendorong utama pertumbuhan industri asuransi dalam negeri adalah adanya perbaikan dari sisi regulasi dengan hadirnya Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya P2SK untuk sektor keuangan.
UU tersebut memberi prioritas pada pengembangan industri asuransi dan dana pensiun melalui berbagai inovasi, memperkuat pengawasan, dan mendukung asuransi dan dana pensiun sebagai salah satu sumber alternatif pembiayaan yang menjanjikan bagi pembangunan.
Di lain pihak, menurut dia, pemanfaatan digitalisasi dalam melakukan pemasaran produk asuransi kepada masyarakat bakal mendorong peningkatan penetrasi asuransi di tengah masyarakat.
