Naik Kelas, Buah Hasil UKM Binaan Pertamina
BUMNINC.COM | Akhir tahun 2020 lalu, PT Pertamina (persero) mengadakan ajang Pertamina UMKM Academy : Fast Track, untuk memberikan edukasi dan binaan terhadap UMKM.
Kegiatan itu berlangsung selama dua bulan ini, sebagai dorongan agar UMKM mitra binaan Pertamina naik kelas. Ditargetkan sebanyak 450 mitra binaan akan naik kelas setelah mengikuti acara yang diadakan hingga 15 Desember tersebut.
Kriteria tersebut diantaranya, adanya peningkatan jumlah pegawai, peningkatan nilai pinjaman, peningkatan kapasitas produksi, peningkatan omzet, pelibatan masyarakat sekitar untuk menghasilkan produk, pemasaran produk di luar kota/negeri, memperoleh sertifikat nasional/internasional.
UMKM bisa dikatakan naik kelas setelah dinyatakan memenuhi satu diantaranya kriteria yang dibutuhkan.
Misalnya sebagai implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dibidang sosial. Namun, dengan naik kelas ini, bertambahnya pekerja dan semakin banyak peralatan yang dibutuhkan. Dengan begitu, Pertamina siap menyuplai modal bergulir.
Salah satu yang berhasil dari kegiatan binaan Peertamina tersebut adalah, usaha Tenun Sutera milik Isam Samsudin.
Usaha tenun kain sutra khas Garut yang dimilikinya pun kini masuk dalam kategori UMKM naik kelas. Sebab, semenjak menjadi mitra binaan Pertamina, usahnya makin berkembang pesat.
Mulanya, (sebelum mengikuti kegiatan dari Petamina), usahanya dilakoni hanya dengan 7 orang karyawan. Kini sudah berkali-kali lipat bahkan sekitar 55 orang.
“Mereka adalah para tetangga sekitar saya di mana banyak anak putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga yang menganggur. Kami berdayakan mereka supaya bisa menambah penghasilan keluarga,” tuturnya dikutip dari Bisnis, Senin (25/2/2021).
Pada awal memulai usaha, ia hanya mempunyai 5 alat tenun bukan mesin (ATBM). Saat ini, semenjak menjadi binaan Pertamina, ia memiliki 35 buah ATBM.
“Sangat beruntung dan bersyukur memang menjadi binaan Pertamina. Tidak hanya pinjaman modal, melainkan juga terus dibina dalam menjalani usaha,” imbuhnya.
Pembinaan itupun selalu diterapkan oleh Isam. Hingga akhirnya, usahanya pun mengalami peningkatan omzet yang cukup signifikan.
Dari semula Rp 25 juta per bulan, kini bisa mencapai ratusan juta per bulan. Ruang lingkup pemasaran produknya mayoritas di wilayah Jakarta, kemudian sebagian di Bandung, Bali, dan Surabaya.
Selama mengikuti event Pertamina UMKM Academy 2020 : Fast Track lalu, ia banyak mendapatkan banyak informasi baru terkait hal-hal yang bisa mengembangkan usahanya.


