Ada BUMN, Berikut Perusahaan Indonesia 4.0 di Ajang Hannover Messe 2021
Dengan pengakuan dari WEF sebagai salah satu lighthouse global, perusahaan pertambangan Petrosea yang telah berdiri sejak tahun 1972 ini, terus berupaya untuk bertransformasi dengan menerapkan teknologi digital di semua lini operasional. Direktur Pertambangan Petrosea, Iman Darus Hikhman mengatakan, terdapat dua hal utama dalam pengembangan digital ecosystem yang dilakukan perusahaan. Pertama, Petrosea berpartner dengan perusahaan-perusahaan penyedia teknologi digital asal Indonesia yang memiliki kapabilitas. “Dengan banyaknya perusahaan ini, kita optimis bahwa Indonesia akan mampu berkompetisi secara global,” ujar Iman.
Selanjutnya, lighthouse industri 4.0 punya tanggung jawab untuk aktif membagikan pengalamannya kepada industri di sektor masing-masing untuk membantu meningkatkan efisiensi, sehingga dapat sama-sama memperoleh keuntungan lewat transformasi digital.
Iman menyampaikan, transformasi digital sangat penting, terlebih di masa pandemi yang membatasi kunjungan ke site. Dari command center di Jakarta, perusahaan bisa mengoperasikan hampir 500 peralatan, 4 proyek, dan 3.500 SDM. “Selain sisi operasional dan finansial, parameter kesuksesan transformasi bisa dilihat dari keterlibatan pekerja, serta kemampuan organisasi beradaptasi dengan perubahan di sektor industri,” paparnya.
Dengan tuntutan kemajuan teknologi informasi sebagai landasan, SEMB memulai perjalanan tranformasi digitalnya secara bertahap sejak tahun 2017. Digital Transformation Senior Manager SEMB, Fadli Hamsani menyampaikan, pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) yang membawa perubahan pada skala individu, bisnis, dan juga industri, menjadikan pabrik SEMB sebagai salah satu pelopor smart factory di Indonesia. Bukti nyata implementasinya adalah EcoStruxure yang merupakan arsitektur dan platform IoT dari Schneider Electric.
