Ali Charisma, Ubah Industri Fashion yang Polutan Menjadi Ramah Lingkungan dan Berkemanusiaan
Mohon diceritakan bagaimana kondisi pelaku industri fashion Tanah Air selama pandemi?
Sama seperti industri lain, kami terdampak lumayan berat apalagi pada 2020 di masa awal pandemi. Yang pertama saya lakukan saat itu ialah mempersiapkan mental semua anggota IFC untuk siap menghadapi pandemi, khususnya secara mental. Ibaratnya kami sudah siap kehilangan semua, yang penting tetap sehat, itu modal utama.
Untungnya mayoritas anggota tidak sampai kehilangan semua. Dengan program yang kami kerjakan dan tukar pikiran antara pengurus IFC dan para desainer, bisnis mereka bisa bertahan bahkan ada yang jauh lebih baik di masa pandemi ini.
Apa dampak dari pandemi yang paling terasa?
Di awal tahun 2020, mulai dari lockdown bulan Maret sampai Juli penjualan secara umum turun drastis sampai 70 persen dan banyak yang merumahkan karyawan.
Kabar baiknya, mayoritas anggota IFC merupakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang karyawannya tidak terlampau banyak dan hanya beberapa brand saja yang sudah besar dari anggota kami. Jadi untuk bangkit tidak terlalu berat seperti halnya perusahaan besar yang sampai merumahkan karyawan.
Berapa jumlah anggota IFC saat ini?
Anggota kami sebanyak 250 menyebar di sekitar 12 provinsi di Indonesia, dari Aceh, Medan, Sumatera Barat, Jakarta, Bandung, Semarang, Jogja, Surabaya, Denpasar, Malang, dan Riau.
