Ali Charisma, Ubah Industri Fashion yang Polutan Menjadi Ramah Lingkungan dan Berkemanusiaan
Jadi 2022 arah industri fashion ke sana?
Betul. Ini sebenarnya dampak ekonominya akan sangat bagus ke industri fashion. Karena di dalam konsep sustainable kita harus mengenal siapa yang membuat produk kita, artinya kita mengajak orang untuk membeli produk lokal.
Kita tidak boleh over consume, tapi belilah produk yang berkualitas bagus supaya tahan lama. Ini juga mengajarkan ke pelaku untuk membuat produk lokal yang kualitasnya keren, tahan lama, tapi konsumen masih mau beli.
Karena di konsep sustainable kita juga tidak boleh menekan harga di bawah standar. Artinya kalau memang ongkos tinggi ya harganya harus tinggi. Misalnya tenun yang harus dikerjakan berbulan-bulan, memang hanya selembar kain, tapi prosesnya yang membuat kain itu punya value dan mahal.
Nah bagaimana ini bisa diapresiasi, memang perlu pemetaan dan mengetahui perilaku konsumen, sehingga yang target pasarnya tepat. Artinya produk lokal tidak mahal kalau kita tahu prosesnya. Dan akhirnya produk yang sebenarnya murah tapi dijual mahal akan tumbang dengan sendirinya, karena konsumen tidak bisa dibodohi lagi.
Jadi baik konsumen maupun produsen punya tanggung jawab yang sama?
Ya. Di tahun 2000-an industri fashion menjadi sangat polutan karena produksinya berlebihan. Di tahun era itu brand fashion luar negeri meramaikan pasar Indonesia. Mereka menghadirkan tren fashion terbaru dengan sangat cepat yang membuat orang belanja berlebihan.
Harganya memang murah, tapi konsumen mesti cari tahu, apakah gaji pekerjanya makin murah, tidak. Lalu apakah bahan baku makin murah, jelas tidak.
Baiknya harga memang makin murah, tapi apakah gaji pekerja makin murah? tidak, apakah bahan baku makin murah? ya tidak juga. Lalu bagaimana bisa mereka menekan harga menjadi lebih murah?
Bisa jadi proses produksinya melibatkan anak di bawah umur, atau tempat kerja tidak kondusif untuk pekerjanya sehingga cost produksi murah. Nah, ini yang mesti di-kepo in sama konsumen.
Lalu bagaimana dengan industri fashion muslim?
Saya pribadi khawatir kemajuan industri fashion muslim Indonesia akan mendukung munculnya fast fashion. Karena mayoritas konsumen menengah ke bawah yang konsumsinya berlebihan. Apalagi kerudung dan produk hijab kita mayoritas menggunakan bahan sintetis yang tidak ramah lingkungan. Yang perlu diketahui, produk sandang itu bukan sekadar penutup atau pelindung tubuh, tapi menyangkut aspek sosial, budaya, dan banyak lagi yang perlu diperhatikan.
