Ali Charisma, Ubah Industri Fashion yang Polutan Menjadi Ramah Lingkungan dan Berkemanusiaan
Apa itu konsep sustainable fashion?
Kondisi fashion yang sangat maju di tahun 2000-an sampai sekarang, dipicu oleh beberapa brand luar negeri yang mendominasi pasar dunia, ternyata menimbulkan dampak yang sangat buruk ke lingkungan. Ternyata industri fashion merupakan penyumbang polusi terbesar kedua setelah industri minyak.
Sebenarnya konsep sustainable fashion ini sudah sejak belasan tahun lalu bergulir di luar negeri, namun di Indonesia sejak pandemi kesadaran itu baru muncul dan semakin kuat.
Dalam konsep sustainable fashion ada tiga komponen penting, people, planet, dan profit. People adalah kita sebagai orangnya dan bagaimana kita bisa menghargai konsumen dan karyawan dan orang lain. Lalu planet artinya produk tidak merusak lingkungan.
Sedangkan profit artinya konsep ini harus memberikan keuntungan yang lebih baik dibanding kita menjalankan bisnis dengan konsep konvensional. Untuk menuju ketiganya memang tidak mudah.
Apakah pelaku industrinya sudah mulai ada kesadaran ke sana?
Sudah, banyak pelaku industri fashion khususnya anak muda yang sudah rajin membuat gerakan atau kampanye yang mengarah ke sana. Generasi milenial yang mulai sadar bahwa konsumsi produk fashion berlebihan tidak baik, kita harus mengenal siapa yang membuat produk kita, lalu bagaimana kita mengurangi limbah fashion.
Produsen juga harus memikirkan bagaimana memproduksi produk yang ketika sudah menjadi sampah tidak merusak lingkungan. Lalu bagaimana produk UMKM tidak over cost yang harganya jadi mahal buat konsumen.
