Ali Charisma, Ubah Industri Fashion yang Polutan Menjadi Ramah Lingkungan dan Berkemanusiaan
Lalu bagaimana kondisi industri fashion di tahun 2021?
Sejak akhir 2020 sampai awal 2021 sebenarnya kondisi sangat bagus. Sayangnya gelombang kedua pandemi COVID-19 di Januari mengubah semuanya. Aturan PPKM di gelombang kedua itu berlaku sampai ke berbagai pelosok daerah sehingga dampaknya jauh lebih terasa. Untungnya dari pertengahan 2021 mulai menggeliat lagi sampai sekarang, walau belum balik 100 persen.
Hanya saja memang kemajuan industrinya terasa berbeda seperti sebelum pandemi. Tapi kita mesti beradaptasi dengan kenormalan baru.
Adaptasi apa yang dilakukan pelaku industri?
Banyak sekali. Pemasaran mulai digital marketing, ini menjadi satu-satunya jalan untuk bertahan. Siap tidak siap harus beralih ke digital marketing, ini adaptasi yang lumayan sulit bagi anggota IFC yang mayoritas generasi yang tidak terbilang usia muda, tapi kenyataannya mereka mau berubah.
Lalu adaptasi soal networking yang justru makin terbuka. Contohnya saat pandemi kami jadi bisa ikut Moscow Fashion Week sebanyak dua kali. Padahal sebelum pandemi rasanya berat karena biayanya besar. Untungnya saat pandemi acara berlangsung secara virtual, jadi kami bisa ikut dan networking terbuka luas.
Proses produksi juga berubah, dengan adanya pandemi kami lebih aware soal konsep sustainable fashion.
