Berikut Capaian Waskita Karya Meski Keuangan Merugi Tahun Lalu
BUMNINC.COM | Emiten BUMN konstruksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) diketahui, mengalami kerugian sepanjang tahun 2020.
Tercatat, kerugian itu senilai Rp 7,38 triliun akibat adanya Pandemi Covid-19 yang menyebabkan kontraksi pada sektor bisnis yang dikelolanya.
President Director Waskita, Destiawan Soewardjono mengungkapkan, akibat pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya peningkatan beban pinjaman dari investasi jalan tol. Penyebab lainnya, adalah penurunan produktivitas proyek serta beban operasi.
Diketahui, sepanjang 2020 Waskita tercatat menanggung beban pinjaman mencapai Rp 4,74 triliun atau meningkat 31 persen dibandingkan tahun 2019. Sedangkan, rasio order book dalam bentuk burn rate to sales, hanya mencapai 24,6 persen. Capaian tersebut jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2019 dimana rasio burn rate dapat mencapai 35 persen.
“Penurunan produktivitas secara langsung berdampak pada seluruh kinerja keuangan perusahaan,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Waskita juga mencatatkan beban operasi sebesar Rp 19,87 triliun atau 123 persen dari capaian pendapatan usaha pada periode 2020. Hal tersebut disebabkan oleh kenaikan beban bahan baku dan beban overhead akibat pandemi, serta adanya beberapa klasifikasi ulang dalam pos laba rugi.
Hal lainnya, Waskita Karya juga menambah beban karena mengeluarkan biaya tambahan untuk implementasi protokol kesehatan di lingkungan kerja perusahaan. Meski secara konsolidasi mencatatkan rugi bersih, namun segmen bisnis jasa konstruksi Waskita masih profitable biarpun diterpa Pandemi.
