BUMN Klaster Pariwisata dan Jasa Pendukung: Global Key Trend
Selain sektor aviasi, sektor pendukung pariwisata lain yang tidak kalah krusial adalah sektor perhotelan atau akomodasi. Sektor ini juga mengalami pukulan berat akibat pandemi Covid-19. Tingkat okupansi dari hotel secara global pada tahun 2020 berada pada level 40 % dengan titik terendah pada April 2020 di level 22%.
Pada tahun 2020, di bulan Maret, tingkat okupansi hotel secara global mengalami penurunan signifikan sebesar 24% dibandingkan bulan Februari dan dengan tingkat okupansi di bawah 50% hingga akhir tahun, sehubungan dengan berbagai varian baru Covid-19 yang terus bermunculan dan menyebabkan adanya second wave.
Gambar 13: Tingkat Okupansi Hotel Global, 2020-2022* (persen)
*)Data terupdate pada tahun 2022 tersedia hingga Bulan September
Sumber: Statista, 2023
Pada tahun 2021 kondisi tingkat okupansi mulai mengalami perbaikan dengan rata-rata okupansi di level 50% dan pada tahun 2022 kembali mengalami recovery dengan rata-rata tingkat okupansi di level 60%.
Pandemi Covid-19 pada tahun 2020 menyebabkan berbagai dampak, termasuk economic losses dan banyaknya lay off pekerja di sektor ini. The World Travel & Tourism Council (WTTC) memperkirakan sekitar 50 juta orang kehilangan pekerjaan di sektor pariwisata. Asia diprediksi menjadi wilayah yang terkena dampak paling besar dan memerlukan waktu recovery yang lebih panjang dari wilayah lain. Sementara industri perhotelan di wilayah Asia diperhitungkan mengalami kerugian hingga 1,05 miliar USD karena pandemi pada tahun 2020.
